Sebuah Kisah tentang cinta dan harapan

CERPEN

Arthurleblanc27

8/25/20239 min baca

Di suatu hari di pagi yang cerah, terdapat seorang petualang yang sedang berkelana di hutan.

Sang petualang tersebut tidak memiliki siapa siapa, yang ia punya hanya sebuah keinginan untuk bertahan hidup, dari kecil dia tidak mempunyai orang tua, dan hidup di sebuah desa yang mana orang orang di desa tersebut sangat ramah dan menyayangi nya.

Dia memiliki keinginan untuk pergi melihat dunia yang luas, kemudian dia memiliki tujuan untuk bertualang ke segala penjuru negeri.

Da berjalan selama berhari-hari, berharap menemukan tempat baru untuk dijelajahi, dalam perjalanannya dia menemukan sebuah gua. Hari mulai malam kemudian dia menginap di gua tersebut semalaman.

Keesokan paginya dia bangun, dan terdapat sebuah pedang yang terlihat sangat mahal di samping ia tidur, dia pun terheran heran, karena siapa orang yang meninggalkan pedang di dalam gua yang ada di hutan.

Dia menengok ke sana kemari tidak terdapat orang satupun yang ada, kemudian dia memegang pedang tersebut, pedang tersebut kemudian berbicara.

"Wahai anak muda, kau memiliki hati yang mulia. Aku punya permintaan"ucap pedang itu.

Karena kaget petualang itu langsung melepaskan pedang tersebut, kemudian pedang itu lanjut berbicara.

"Maaf kan aku kau pasti takut, aku adalah pedang roh, aku dulunya manusia yang memiliki penyesalan yang menyebabkan jiwa ku tidak dapat pergi dengan tenang, aku memiliki sebuah permintaan."

Petualang itu kemudian kembali mendekati pedang tersebut, kemudian dia memegangnya dan pedang tersebut lanjut berbicara.

"Terimakasih sudah mau mendengarkan ku, di dalam gua ini terdapat sebuah monster yang harus aku kalah kan, jika jiwaku ingin tenang aku harus membunuh monster itu, itu adalah sesuatu yang ku ingan sebelum aku berubah menjadi pedang."

Kemudian karena merasa kasihan dengan jiwa tersebut, Kemudian petualang tersebut pergi ke dalam gua bersama pedang tersebut.

Dijelaskan oleh pedang tersebut, gua ini terdapat tiga lantai ke bawah semakin bawah maka tingkat kesulitannya makin tinggi dan banyak monster yang hidup di gua ini.

Monster yang terkuat terdapat di bagian dalam gua ini, yang merupakan tujuan dari pedang tersebut, monster gua ini diciptakan oleh monster yang paling kuat di tingkatan yang paling bawah.

Petualang itu berjalan menelusuri gua itu, di jalan dia di sambut dengan banyak monster, walaupun begitu karena petualang tersebut mahir dalam menggunakan pedang, bukan masalah besar bagi petualang itu.

di jalan dia bertemu dengan banyak monster, meskipun banyak monster menghadang jalannya dia terus maju sambil membasmi semua monster dengan berani, menebas semua monster yang menghalangi jalannya sambil terus maju kedepan.

Sang Pemuda kemudian sampai di ujung jalan, terdapat sebuah tangga yang mengarah ke lantai bawah. Sebelum ia turun, terdapat sebuah lukisan yang isinya sangat mencekam.

Dalam lukisan tersebut menggambarkan sebuah desa dengan keadaan yang mencekam, rumah-rumah terbakar, hutan yang terbakar, dan langit yang menghitam akibat kepulan asap akibat api yang membakar semua yang ada.

Kemudian di samping lukisan itu, terdapat banyak sayatan pedang yang tergambar jelas bahwa di sini pernah terdapat seseorang yang bertarung melawan sesuatu yang lebih kuat darinya. Dan terdapat sebuah tulisan yang ditulis di sampingnya, tulisannya sudah cukup lama karena sudah memudar. Namun tulisannya masih bisa dibaca jelas “Vergiss mich nicht”(don’t forget about me).

Mereka pun lanjut berjalan menuruni tangga, kini mereka sampai di lantai bawah. Mereka pun disambut dengan banyaknya monster yang langsung menyerang mereka. Karena terlalu banyak monster yang menyerang mereka, sang petualang menerima beberapa luka kecil akibat diserang oleh monster yang begitu banyaknya.

Meskipun demikian, dengan semangat petualang yang tinggi, dia tidak menyerah dan berusaha sekuat tenaga untuk melewati tempat tersebut. Sang petualang dapat melalui itu semua.

Sang petualang menemukan, bahwa lantai tersebut adalah sebuah laboratorium. Sang petualang melihat ke sekelilingnya banyak catatan penelitian dan alat-alat penelitian, dan membaca salah satu catatan yang ada.

Di dalamnya tertulis bahwa dahulu laboratorium ini pernah melakukan sebuah percobaan. Namun percobaan tersebut gagal menimbulkan terciptanya banyaknya monster yang keluar dari alat tersebut, kemudian menyerang peneliti yang ada dan memakan banyak korban dalam eksperimen tersebut.

Banyaknya monster yang berkeliaran di lorong tempat tersebut membuat tempat tersebut sangat berbahaya. Kemudian sang petualang memutuskan untuk membasmi mereka semua. Setelah membersihkan itu semua, tiba-tiba lorong tersebut berubah menjadi terang.

dia menemukan banyak ruangan di lorong tersebut. kemudian dia membuka salah satu ruangan tersebut, ruangan tersebut kemudian menjadi bercahaya, di sana terdapat sebuah kasur, dan di sudut ruangan lainnya terdapat air yang mengalir.

Sang petualang itu kemudian memutuskan untuk beristirahat di sana, dia memakan bekal yang ia bawa. Kemudian sang pedang berbicara.

“sepertinya aku dahulu pernah ke sini, dan aku baru ingat setelah berjalan di lorong tadi”

“Aku dulunya adalah seorang Ksatria yang sedang melindungi desa dari serangan dari kerajaan yang ingin menguasai desa tersebut, desa tersebut terpaksa kami bakar karena tidak ingin kerajaan tersebut menguasai desa kami. ”

“banyak korban jiwa yang jatuh, kebanyakan adalah para pria. Karena para pria melindungi para wanita dan anak anak agar bisa lari ke hutan, hanya itu saja yang aku hanya ingat.”

kemudian sang petualang beristirahat, tak tahu sudah berapa lama ia berada di dalam gua ini. Dia kemudian tertidur.

Dalam mimpinya, dia melihat sebuah keluarga yang sangat bahagia. Mereka terdiri dari seorang ayah, ibu, dan anak. Mereka hidup harmonis dan penuh cinta satu sama lain.

Sang petualang tidak tahu mereka, siapa mereka. Tapi sesuatu yang pasti mereka bahagia, sang petualang yang merasakannya hatinya terasa bahagia dan rasa sedih di waktu yang sama.

Sedih, sangat sedih pada akhirnya mereka pergi satu persatu meninggalkan sang ayah yang menua sendiri dalam keheningan yang ia rasakan sekarang.

Petualang tersebut terbangun, dan meraba wajahnya. Air mata yang keluar membasahi wajahnya. Sang petualang kemudian bangkit dan mencuci wajahnya dengan air yang mengalir. Sang petualang tidak menganggap serius mimpi tersebut, dan memilih bersiap melanjutkan perjalan.

Mereka pun bergerak, banyak monster yang muncul di jalan yang mereka lewati. Meski begitu mereka dapat melewatinya, walau beberapa luka ia dapatkan. Itu adalah usaha yang sepadan.

sampai di ujung lantai dia melihat tanda bahaya di depannya, tak menghiraukan itu dia langsung membuka nya dan turun ke lantai bawah bertemu dengan monster bos.

Kini sebuah pintu besar terpampang di hadapan mereka. Sebuah pintu dengan ukiran yang detail tentang apa yang terjadi. Di salah satu ukiran juga tergambar apa akibat jika membuka pintu ini.

“ini adalah bos terakhir, apakah kamu bersungguh sungguh ingin melawannya, perjalananmu sudah cukup panjang, biar aku yang melakukannya sendiri. kembalilah dan hiduplah dengan bahagia.”

tetapi sang petualang menolak untuk kembali, dan memilih untuk membantu sang pedang dalam memenuhi takdirnya. Bagi sang petualang bukan harta yang ia kejar tetapi cerita bagaimana senang dan sedih menjadi cerita yang akan hidup selamanya. sang pedang menerima bantuan untuk terakhir kali nya.

Dalam hati petualang karena pedang ini sudah menderita selama ribuan tahun, sang petualang akan memberikan akhir yang bahagia bagi sang pedang.

“mari kita lakukan”ucap sang petualang.

Sebuah Naga dengan tubuhnya yang terbuat dari perak, cahaya yang masuk dapat memantul di badanya. Dia kemudian menyadari ada yang datang, matanya pun terbuka, ia bangkit dari tidurnya dan meraung sambil meregangkan sayapnya ke arah sang petualang.

Sang naga dengan cakarnya yang tajam, berusaha melayangkan serangannya ke arah sang petualang. Dengan bantuan dari sang pedang, sang petualang dapat menangkis serangan tersebut, dan membuat naga terpojok dengan serangan nya.

sang naga yang merasa terancam meraung dan terbang di atas sang petualang. Tak lama setelah itu Dari tanah muncul beberapa Undead dengan zirah lengkap, jumlahnya yang banyak membuat kondisi berbalik.

pada awalnya dia dapat mengatasinya, semakin banyak Undead yang ada dia tidak mampu mengatasi nya dan membuat dia terpojok.

Dan pada saat terpuruk itulah, sang pedang mengeluarkan kekuatannya. Dari kekuatannya dia menciptakan tentara banyak tentara dengan zirah emas, yang langsung menekan monster dan membatu sang petualang.

Karena mendapat bantuan dari pedang dia kembali bersemangat kembali dan menghabisi monster dan mendekat ke arah naga yang sedang terbang itu.

Sebuah semburan api panas bersiap ditembakan oleh sang naga. Kemudian sang pedang memunculkan sebuah tameng emas di tangan kirinya. Dan sang pedang bilang kepadanya untuk menggunakan tameng itu untuk menangkis serangan semburan api naga tersebut.

Sang naga kemudian mendarat di atas tanah dan langsung menyemburkan nafasnya yang sangat panas itu ke arah sang petualang. Namun dengan tameng tersebut dapat menahannya dan memperpendek jarak dengan sang naga.

Saat ini dia sudah sangat dekat dengan sang naga. Dengan keteguhan hati yang kuat dia menusuk tubuh Naga perak tersebut dengan sang pedang.

Kemudian seluruh monster yang dibuatnya menghilang dan tak lama kemudian sang naga terjatuh lemas di tanah. Setelah itu sang petualang membelah tubuh sang naga perak tersebut, dan mengambil hatinya. Ya betul saja hati naga perak.

Tubuh naga perak tersebut hilang, dan mengubah ruangan tersebut menjadi gelap, kemudian berganti menjadi malam yang terang benderang malam dimana kejadian desa terbakar, sama seperti yang lukisan yang ia pernah lihat sebelumnya.

Rumah warga terbakar dengan cepat oleh api yang menyala nyala, banyak warga yang lari ketakutan, suara tangisan anak kecil terdengar di mana mana, para pria yang sedang berkumpul untuk menjaga desa dan memperlambat para tentara, sementara perempuan dan anak anak berlari berlindung ke arah hutan.

Peperangan untuk melindungi desa pun tak dapat dihindarkan. Pasukan tentara menang jumlah dari pada orang yang melindung desa, para perempuan berlari ke arah hutan.

Tapi ada satu perempuan yang tertinggal di belakang, kemudian perempuan itu jatuh karena tersandung, para tentara yang mengejar kemudian hampir menangkap wanita itu.

Tapi terdapat seorang lelaki yang sangat cepat berlari ke arah wanita itu, dan membunuh semua tentara yang menangkap gadis itu, gadis itu pun akhirnya selamat dari para tentara tersebut.

Gadis itu pun berterima kasih kepada pria tersebut, kemudian keduanya saling berbincang bincang, dan kedua nya merasa suka satu sama lain, mereka menikah tak lama setelah itu.

Peperangan telah usai, mereka kemudian hidup damai di desa yang di bangun kembali. Beberapa tahun kemudian mereka pindah ke ibu kota kerajaan karena sang pria yang merupakan tentara kerajaan.

Mereka pun pindah ke kota besar, setelah beberapa lama tinggal di ibu kota kerajaan. Karena kecerdasannya sang perempuan mendapatkan pekerjaan sebagai peneliti sihir sementara sang pria menjadi tentara dengan pangkat yang tinggi di kerajaan tersebut.

Kemudian sang perempuan hamil mengandung seorang anak, anak tersebut lahir tumbuh dan berkembang di lingkungan yang mana orang tua nya mencintai nya. hal ini sama apa yang sang petualang ingat di dalam mimpinya.

Pada suatu hari, sang perempuan tengah mengadakan percobaan sihir dengan tujuan untuk membuat golem pertahanan untuk kota dan juga terdapat kunjungan dari militer, dan sang pria juga ada di sana

Namun saat percobaan dimulai, terdapat keanehan. Mata golem tersebut berubah menjadi merah, dan mulai mengamuk dan menyerang siapa saja yang ada di lab

Sang pria menyuruh lari wanita tersebut, tetapi ia menolaknya dan memilih untuk menghentikannya, salah satu caranya adalah menghancurkan inti yang merupakan sumber kekuatan yang menggerakan golem tersebut

Sang perempuan kemudian berlari ke arah golem untuk menghancurkan inti dari golem tersebut, semakin dekat kemudian dia melompat dan menghancurkan inti dari golem tersebut.

Dia menghancurkan inti golem tersebut, walau sudah mati tiba tiba kemudian sebuah lengan dari golem menusuk tubuh sang wanita itu, Sang pria berteriak dan berlari ke arah perempuan tersebut.

Darah menetes ke inti golem yang telah dihancurkan nya, kemudian datang sebuah angin kencang, menelan tubuh sang wanita ke dalam kehampaan, dan mengubah nya menjadi naga hitam

Naga hitam hitam yang besar dan dari tubuhnya dia dapat mengeluarkan monster yang sangat banyak dan tak terhitung jumlahnya, kemudian monster tersebut menyerang kota dan menghancurkan kota.

Sang pria yang yang sedih kehilangan sang wanitanya, kemudian dia kembali kerumah dan menemui sang anak, dan bilang kepada sang anak bahwa ibunya sudah tiada dan berubah menjadi naga jahat. Sang pria memerintahkan sang anak untuk pergi kabur keluar kerajaan

Sang pria Ingin bertanggung jawab untuk membuat tenang istrinya, sang pria kemudian pergi menemui sang sage agung. Sang Pria tersebut bercerita tentang kejadian yang terjadi di lab tersebut

Kemudian sang sage agung berkata bahwa dia dapat dihentikan dengan cara mengubah belahan jiwa nya menjadi pedang, dan pedang tersebut dimasukkan ke dalam jantung naga tersebut.

Sang pria kemudian diubah oleh sang sage agung menjadi pedang. Sang sage agung tidak bisa melawan naga itu dan akhirnya meninggal dunia. Pedang itu ditinggalkan sendirian, tergeletak di tanah yang diwarnai oleh darah sang sage agung.

Sang naga menghancurkan ibukota dan membakar semua yang ada, tidak ada lagi yang hidup dari peristiwa penyerangan itu. sang pria yang kini menjadi pedang tidak dapat melakukan apapun kecuali ada orang yang membantunya

Sang naga kembali ke sarangnya, dan kembali tidur untuk waktu yang lama di dalam tanah, dan darinya masih muncul monster monster yang darinya.

hari pun berganti, bulan berganti bulan, tahun pun mulai berubah menjadi abad. Orang mulai lupa akan kejadian tersebut, dan menganggap sarang naga tersebut menjadi sebuah dungeon.

Karena waktu, tubuh sang naga berubah menjadi silver. Tubuh sang naga itu sudah murni, dia hanya tinggal menunggu waktunya sebelum sang pedang menusuk tubuhnya dan mengambil jantungnya.

Rekaman tersebut berhenti dan kembali kepada sang petualang, dan kemudian muncul sebuah roh daripada pedang tersebut, yang menunjukkan wujudnya sebagai Sang pria yang tadi.

dan kemudian muncul sebuah roh lain dengan wujud sebuah wanita, kemudian sang pria berlari ke arah satu sama lain, dan bertemu saling memeluk satu sama lain.

Mereka adalah pasangan yang ditunjukkan tadi. Kemudian sang pria berkata, hanya seseorang dari keturunan nya sajalah yang dapat mengangkat pedang tersebut.

kemudian sang petualang bingung karena dia tidak mengenal siapa sang pria, dan apa hubungan dengan dirinya. kemudian sang pria menjelaskan bahwa anaknya yang kabur dari kerajaan itu kemudian bertumbuh dan berkembang kemudian menikah dan melahirkan banyak keturunan setelahnya.

Dan darah yang mengalir dari pada sang petualang adalah darah yang sang sama dengan sang pria, yang mana sang petualang adalah salah satu keturunannya

Sang pria dan sang wanita kemudian berkata terima kasih, karena sudah mengakhiri cerita cinta tentang harapan dan mimpi, sebuah mimpi untuk kembali bersama sebagai keluarga .

Kemudian tiba tiba muncul satu lagi roh orang tua yang sang petualang tidak tahu lagi. Dia berkata dia adalah kakek buyut dari pada sang petualang tersebut. Kemudian berubah menjadi anak anak dan berlari ke arah kedua pasangan itu

Dan kemudian mereka berterima kasih, telah memberikan akhir yang baik bagi keluarga yang bahagia tersebut, kemudian sebuah pintu terbuka dengan cahaya yang terang benderang. Mereka semua berjalan ke arah pintu itu

the ende